Garcia Bisa Pulihkan Kembali Kejayaan AS Roma

Garcia Bisa Pulihkan Kembali Kejayaan AS Roma

Hasilakhir.com – Manager tim AS Roma, Rudi Garcia sudah berjuang untuk menemukan formula dalam meracik timnya dalam beberapa pekan terakhir, namun ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pelatih asal Perancis tersebut jika ingin mengantarkan Giallorossi kembali ke tangga kemuliaan dengan titel gelar Scudetto.

Seluruh klub sepakbola terbaik memiliki identitas yang jelas, mayoritas pesaing Scudetto musim ini juga memiliki hal itu. Inter memiliki struktur yang kaku dan mereka adalah tim yang secara aktif mencari kemenangan dengan gaya bertahan mereka.

Bertentangan dengan Nerazzurri, Fiorentina dan Napoli yang menjadi Capolista melakukan hal sebaliknya, berbicara secara umum, kedua tim berusaha untuk tampil menyerang lawan, tetapi juga menjaga penguasaan bola dan mencoba untuk menyerang guna menebar teror untuk hati lawan mereka.

Juventus, bisa dikatakan menjadi yang terbaik di antara mereka, Bianconeri memadukan keduanya. Dan ini sebabnya selama empat musim terakhir, Bianconeri berhasil mendominasi Serie A tanpa menghadapi ancaman yang konsisten dari rival mereka, mereka mampu mengontrol sepanjang musim.

Namun, dari semua penantang gelar musim ini, Roma tidak memiliki identitas sejati. Melihat formasi 4-3-3 yang diterapkan Giallorossi, satu hal yang bisa diprediksi, Garcia berusaha untuk mendominasi kepemilikan bola.

Tentunya dengan kepemilikan rata-rata mereka yang mencapai 58,5%, Giallorossi biasanya kemudian akan terkapar karena menerapkan hal itu. Tapi, untuk semua hal yang dilakukan, Roma sering bermain tidak memiliki arah, bahkan mungkin bisa dikatakan sedikit monoton.

Mereka membangun tim dengan lambat, bekerja keras dan selama dua bulan terakhir atau lebih, menonton mereka untuk bermain menyerang telah berubah menjadi tugas yang kemudian cenderung membosankan.

Kenyataannya adalah kemampuan mereka untuk mempertahankan ambisi untuk meraih Scudetto tidak seirama dengan penampilan di lapangan, mereka sudah kebobolan 22 gol, itu adalah yang terburuk dari semua penantang gelar.

Giallorossi bisa bermain dinamis jika mereka memiliki pemain seperti Mohamed Salah dan Gervinho dalam tim mereka, tapi selama dua bulan terakhir, penampilan keduanya sudah dibatasi karena masalah cedera dan sebagai hasilnya, mereka hanya behasil meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir yang dilakoni.

Seringkali Garcia menjadi kambing hitam dalam kegagalan timnya, karena sebenarnya dia tidak harus menanggung semua hal itu, salah satunya adalah masalah besar dalam skuat karena kegagalan direktur sepakbola dan kepala perekrutan Walter Sabatini.

Sabatini telah gagal memberikan Garcia skuat yang mumpuni untuk bersaing di papan atas, meskipun pembelian Salah terbukti sangat cerdas, sisanya pemain seperti Antonio Rudiger, Norbert Gyimber dan Iagio Falque tidak lebih baik dari pemain lain. Bahkan penandatanganan Edin Dzeko telah menjadi salah satu yang gagal.

Tapi, di saat yang sama Garcia tentu saja bisa disalahkan karena ia gagal menyesuaikan taktik bagi pemainnya, terlebih mantan pelatih Lille tersebut memiliki sikap keras kepala karena kurangnya kreativitas. Klub sudah kekuarangan bakat dalam mengkreasi permainan, Miralem Pjanic adalah salah satu pemain yang sangat baik, ia bisa diotimalkan karena menjadi pemain yang terus bergerak, selanjutnya Gervinho bisa mengeksploitasi pertahanan bersama dengan Salah.

Perubahan itu bisa mebuat Roma lebih ganas lagi, dan tampaknya untuk mendatangkan bala bantuan di musim dingin ini bisa membuat mereka kembali tampak hidup, Diego Perotti mungkin bisa menambahkan daya serang bagi anak didik Garcia, dan mungkin dengan memiliki identitas dan karakter yang jelas, bukan tidak mungkin Giallorossi bisa meraih Scudetto.

By Hasilakhir.com

Incoming search terms:

  • existmrq

RelatedPost